VOX POPULI, VOX DEI
Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan.
Hari ini, Indonesia kita sedang kacau. Rakyat kehilangan kepercayaan. Jalanan dipenuhi protes, dari ibu-ibu yang membawa sapu hingga mahasiswa yang turun ke jalan. Semua bersuara: cukup sudah!
Kita lelah melihat kekuasaan dipakai untuk memperkaya diri sendiri. Kita marah melihat rakyat kecil selalu jadi korban. Inilah kritik kita: Indonesia sedang jauh dari cita-cita keadilan sosial.
Dan izinkan saya menyampaikan opini saya: penyebab kekacauan ini bukan hanya karena segelintir pejabat korup, tetapi karena sistem yang memberi mereka ruang untuk rakus, sementara rakyat dipaksa untuk sabar. Demokrasi bukan sekadar memilih lima tahun sekali, demokrasi adalah mendengar suara rakyat setiap hari.
Maka, apa solusinya? Pertama, pemimpin harus membuka telinga dan hati. Transparansi dan akuntabilitas bukan pilihan, tapi kewajiban. Kedua, rakyat harus bersatu, bukan dipecah oleh propaganda atau kepentingan sempit. Ketiga, pendidikan politik harus diperkuat, agar generasi muda tidak hanya marah, tapi juga paham arah perjuangan.
Sejak lama, orang bijak berkata: Vox populi, vox Dei — suara rakyat adalah suara Tuhan.
Maka jangan pernah remehkan suara rakyat, karena itulah suara kebenaran.
Hari ini, mari kita bersatu, mari kita bersuara, mari kita menjaga negeri ini. Karena suara kita bukan sekadar teriakan… suara kita adalah harapan, dan suara kita adalah kekuatan.”
Penulis : Mawar Nur Azizah
Fakultas : Tarbiah dan Keguruan
Prodi : Pendidikan Bahasa Inggirs
Kelompok : 3 Ali Bin Abi Tholib
Pembimbing : Syah Zehan Zakiyyatun Nafisah
Komentar
Posting Komentar